Jumat, 10 Februari 2012

Surat Cinta


Hati ku gundah dengan kegersangan dan kemunafikan hidup, aku tersadar akan semuanya...

Di saat pikiran ku kering, aku melangkah tanpa arah..

aku teringat akan kata-kata manis mu dan di saat diri ku gundah dengan gejolak hati yang tak menentu..

Ku mencoba untuk membaca surat cinta mu, mengingat kata-kata manis di dalam surat cinta mu yang ku baca,  

mengahanyutkan hati untuk semua pikiran hanya pada surat cinta yang ku pegang dan ku baca untuk ku menghayatinya..

Tanpa kusadari betapa banyak surat cinta yang terlewatkan oleh ku, yang ternyata semua masalah dalam kehidupannku dapat ku temukan pemecahnya di surat cinta itu..

betapa bodohnya aku, telah melawati diri untuk tidak membaca surat cinta mu, ku sadari betapa banyak 

surat cinta yang terlewat untuk ku baca, hanya beberapa lembar saja surat itu ku baca, padahal aku tau surat itu penting bagi diri ku yang tak menentu ini..

Dan kini aku tersadar akan itu, dan aku kembali mencoba menyebut nama indah mu yang terlalu bodohnya aku melupakan nama-nama indah yang banyak orang menyebut nama indah mu..

Ijinkan ku untuk dapat mengulang kembali membaca surat cinta terindah mu dan akan terkagum dan terpesona bagi setiap orang yang membacanya..

aku akan membaca surat cinta-Mu dengan penghayatan indah, seindah nama  Mu di dalam surat cinta itu..





Tidak ada komentar:

Posting Komentar