Minggu, 01 Juli 2012

Kita, prasangka dan mereka...


Kita hidup di tengah-tengah khalayak yang selalu berbaik sangka..
Alangkan bahayanya terlalu percaya pada baik sangka mereka, membuat kita tak lagi jujur pada diri atau sadar, bahwa kita tak sebaik prasangka itu...
Tapi kesadaran kadang membuat kita berfikir...
Bersediakah mereka tetap menjadi saudara..
Saat tau siapa kita sebenarnya,,
Kadang terasa, bersediakah dia tetap menjadi sahabat saat tahu kita tak tulus,?
Penuh noda dan karat, dan bersediakah dia tetap mendampingi kita dalam dekapan ukhuwah..
Ketika tahu iman kita berlubag-lubang..
Inilah bedanya kita dengan para nabi, mereka di percaya karena di kenal sebagai orang yang terpercaya,,,
Sementara kita di percaya , justru karena mereka tidak mengenal kita..
Yang ada hanya baik sangka ..
Maka mari kita hargai dan jaga semua baik sangka mereka terhadap kita  itu dengan berbuat sebaik-baiknya..
Atau sekurangnya dengan do'a yang di ajarkan Abu bakar lelaki yang penuh dengan baik sangka terhadap diri dan sesama...
Ya Allah, jadikan aku lebih baik dari pada semua yang mereka sangka dan ampuni aku atas aib-aib yang tak mereka tahu,,,


-Dalam Dekapan Ukhuwah-

Jumat, 15 Juni 2012


Tangis Wanita



Ketika wanita menangis, itu bukan berarti ia sedang mengeluarkan senjata terampuhnya..
melainkan dia sedang mengeluarkan senjata terakhirnya..
Ketika wanita menangis, itu bukan berarti dia tidak berusaha menahan, melainkan karena pertahanannya sudah tak mampu lagi membendung air matanya..


Ketika wanita menangis, itu bukan karena dia ingin terlihat lemah, melainkan karena dia sudah tidak sanggup berpura-pura kuat..
Semoga Allah membantu para wanita untuk tegar di saat hati ini rapuh, dan semoga aku dan wanita-wanita lainnya termasuk wanita yang di Ridhoi Allah karena ketegarannya..

Jumat, 10 Februari 2012

Surat Cinta


Hati ku gundah dengan kegersangan dan kemunafikan hidup, aku tersadar akan semuanya...

Di saat pikiran ku kering, aku melangkah tanpa arah..

aku teringat akan kata-kata manis mu dan di saat diri ku gundah dengan gejolak hati yang tak menentu..

Ku mencoba untuk membaca surat cinta mu, mengingat kata-kata manis di dalam surat cinta mu yang ku baca,  

mengahanyutkan hati untuk semua pikiran hanya pada surat cinta yang ku pegang dan ku baca untuk ku menghayatinya..

Tanpa kusadari betapa banyak surat cinta yang terlewatkan oleh ku, yang ternyata semua masalah dalam kehidupannku dapat ku temukan pemecahnya di surat cinta itu..

betapa bodohnya aku, telah melawati diri untuk tidak membaca surat cinta mu, ku sadari betapa banyak 

surat cinta yang terlewat untuk ku baca, hanya beberapa lembar saja surat itu ku baca, padahal aku tau surat itu penting bagi diri ku yang tak menentu ini..

Dan kini aku tersadar akan itu, dan aku kembali mencoba menyebut nama indah mu yang terlalu bodohnya aku melupakan nama-nama indah yang banyak orang menyebut nama indah mu..

Ijinkan ku untuk dapat mengulang kembali membaca surat cinta terindah mu dan akan terkagum dan terpesona bagi setiap orang yang membacanya..

aku akan membaca surat cinta-Mu dengan penghayatan indah, seindah nama  Mu di dalam surat cinta itu..





Rabu, 01 Februari 2012

Ijinkan aku mencintai-Mu semampuku


Tuhan....
Aku masih ingat, saat pertama dulu aku belajar mencintai-Mu...
Kajian demi kajian kupelajari,
untai demi untai kata para guru kuresapi.,
Tentang cinta para nabi, tentang kasih para sahabat,
kisah tentang orang-orang shalih, tentang kerinduan para syuhada.
Lalu kutanam di jiwa dalam-dalam,
kutumbuhkan dalam mimpi pada diri..

Tapi Rabbi
Berbilang hari demi hari dan tahun berlalu,
tapi aku masih juga tak menemukan cinta tertinggi untuk-Mu,
aku makin merasakan gelisahku membadaii
dalam cita yang mengawang, sedang kakiku mengambang.
Hingga aku terhempas dalam jurang dan kegelapan..




Illahi Rabbii,
ijinkan aku mencintai-Mu semampuku..
ijinkan aku mencintai-Mu, sebisaku..
Dengan segala kelemahanku..

Rabbi,,
Aku tak sanggup mencintai-Mu
dengan khusyuknya shalat salah seorang sahabat nabi-Mu
hingga tiada terasa anak panah musuh terhujam di kakinya.
Karena itu Ya Allah,
izinkan aku tertatih menggapai cinta-Mu,
dalam shalat yang coba kudirikan dengan terbata-bata,
meski ingatan kadang melayang
ke berbagai permasalahan dunia.

aku tak dapat beribadah seperti orang-orang shalih
atau para hafidz dan hafidzah yang membaktikan
seluruh malamnya untuk bercinta dengan-Mu
dalam satu putaran malam.
Perkenankanlah aku mencintai-Mu,
melalui satu - dua rakaat sholat lailku,
atau sekedar sunnah nafilahku,
selembar dua lembar tilawah harianku.
Lewat lantunan seayat dua ayat hafalanku.







Allahu Rahhim..
aku tak sanggup mencintai-Mu di atas segalanya,
ijinkan aku mencintai-Mu dengan mencintai keluargaku,
membawa mereka pada nikmatnya hidayah
dalam naungan Islam, manisnya iman dan ketabahan.
Dengan mencintai sahabat-sahabatku,
mengajak mereka untuk lebih mengenal-Mu,
dengan mencintai manusia dan alam semesta.

Ijinkan aku mencintai-Mu semampuku Ya Allah..
Agar cinta itu mengalun dalam jiwaku,..
Agar cinta ini mengalir di sepanjang nadiku...
Ijinkan aku mencintai_Mu semampuku Ya Rabb... 


Senin, 30 Januari 2012

astri: menjadi diriku

astri: menjadi diriku: Tak seperti bintang di langit Tak seperti indah pelangi Karena diriku bukanlah mereka Ku apa adanya Dan wajahku memang begini ...

menjadi diriku


Tak seperti bintang di langit
Tak seperti indah pelangi
Karena diriku bukanlah mereka
Ku apa adanya

Dan wajahku memang begini
Sikapku jelas tak sempurna
Ku akui ku bukanlah mereka
Ku apa adanya

Menjadi diriku
Dengan segala kekurangan
Menjadi diriku
Atas kelebihanku...

Terimalah aku
Seperti apa adanya
Aku hanya insan biasa
Ku pun tak sempurna

Tetap ku bangga
Atas apa yang ku punya
Setiap waktu ku nikmati
Anugerah hidup yang ku miliki...

                                                         " eDcoustic "

untuk sahabat


sahabat, kamu cantik sekali…
Tapi hanya di mata manusia. Sedangkan yang Maha Kuasa tak pernah memandang rupa atau pun bentuk tubuh kita. Namun Ia melihat pada hati dan amal-amal yang dilakukan hamba-Nya.

sahabat, kamu cantik sekali…
Tapi cantik fisik tak akan pernah abadi. Saat ini para pesolek bisa berbangga dengan kemolekan wajah ataupun bentuk tubuhnya. Namun beberapa saat nanti, saat wajah telah keriput, rambut pun kusut dan berubah warna putih semua, tubuh tak lagi tegak, membungkuk termakan usia, tak akan ada lagi yang bisa dibanggakan. Lebih-lebih jika telah memasuki liang lahat, tentu tak akan ada manusia yang mau mendekat.

sahabat, kamu cantik sekali…
Tapi kecantikan hanyalah pemberian dan untuk apa dibangga-banggakan? Sepantasnya kecantikan disyukuri dengan cara yang benar. Mensyukuri kecantikan bukanlah dengan cara memamerkan, memajang gambar atau mengikuti bermacam ajang lomba guna membandingkan rupa, sedangkan hakekatnya wajah itu bukan miliknya.
Tidakkah engkau jengah bila banyak mata lelaki ajnabi yang memandangi berhari-hari? Tidakkah engkau malu ketika wajahmu dinikmati tanpa permisi karena engkau sendiri yang memajang tanpa sungkan. Ataukah rasa malu itu telah punah, musnah? Betapa sayangnya jika demikian sedangkan ia sebagian dari keimanan.

sahabat, kamu cantik sekali…
Tapi apa manfaat pujian dan kekaguman seseorang? Adakah ia akan menambah pahala dari-Nya? Adakah derajatmu akan meninggi di sisi Ilahi setelah dipuji? Tak ada yang menjamin wahai ukhti. Mungkin malah sebaliknya, wajah cantik itu menjadikanmu tak punya harga di hadapan-Nya, karena kamu tak mampu memelihara sesuai dengan ketentuan-Nya.

sahabat, kamu cantik sekali…
Kecantikan itu harta berharga, bukan barang murah yang bisa dinikmati dengan mudah. Dimana nilainya jika setiap mata begitu leluasa memandang cantiknya rupa. Dimana harganya jika kecantikan telah diumbar, dipajang dengan ringan tanpa sungkan. Dimana kehormatan sebagai hamba tuhan jika setiap orang, baik ia seorang kafir, musyrik atau munafik begitu mudah menikmati wajah para muslimah?

sahabat, kamu cantik sekali…
Alangkah indah jika kecantikan fisik itu dipadu dengan kecantikan hatimu. Apalah arti cantik rupawan bila tak memiliki keimanan. Apalah guna tubuh molek memikat bila tak ada rasa malu yang lekat. Cantikkan dirimu dengan cahaya-Nya. Cahaya yang bersinar dari hati benderang penuh keimanan. Hati yang taat senantiasa patuh pada syariat. Hati yang taqwa, yang selalu menjalankan perintah dan menjauhi larangan-Nya. Hati yang sederhana, yang tak berlebihan dalam segala urusan dunia.

sahabat, kamu cantik sekali…
Maka tampillah cantik di hadapan penciptamu karena itu lebih berarti dari pada menampilkan kecantikan pada manusia yang bukan muhrimmu
Tampillah cantik di hadapan suamimu, karena itu adalah bagian dari jihadmu. Mengabdi pada manusia yang kamu kasihi demi keridhoan Ilahi.
Tampillah cantik, cantik iman, cantik batin, cantik hati, karena itu lebih abadi.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu berkata Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda :
“Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada jasad-jasad kalian dan tidak juga kepada rupa-rupa kalian akan tetapi Allah melihat kepada hati-hati kalian (dan amalan-amalan kalian)” (HR. Muslim)